Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
logo ditjenak
Jitv
Wbs
Karantina
Sms center
LPSE
Logo Statistik
PPID
Wartazoa

Produk Teknologi

Berita
Pandemi Covid-19 tak Menyurutkan Kegiatan Penelitian Tanaman Pakan Ternak PDF Cetak E-mail
Jumat, 24 April 2020 11:00

Ditengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, Balitnak tetap melaksanakan penelitian untuk  ketersediaan hijauan pakan ternak dengan menghasilkan varietas Tanaman Pakan Ternak (TPT).Salah satu kegiatan penelitian yang dilaksanakan peneliti agrostologi adalah menguji produktivitas calon varietas baru TPT yakni Panicum maximum cv. purple guinea dan Panicum maximum cv. riversdale, dilakukan melalui radiasi Bahwa pembentukan calon varietas TPT ini bertujuan untuk menghasilkan hijauan yang adaptif pada lahan marginal. Lokasi pengamatan di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

 

Pada hari Selasa, 21 April 2020 dilakukan pemanenan oleh peneliti dan teknisi litkayasa agtostologi. Dengan  pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun, panjang batang, diameter batang dan produksi hijauan per satuan luas. Kalau rumputnya berbunga selain pengamatan di atas, diamati juga panjang malai, panjang dan lebar daun bendera, posisi daun bendera, panjang ruas batang dan diameter batang, warna daun dan warna batang. Kelebihan jenis rumput tersebut adalah toleran lahan  kering masam.

Dengan dihasilkan varietas TPT ini sebagai rumput potong yang diberikan kepada ternak ruminasia maka peluang pengembangan ternak ruminansia akan lebih besar, karena pada umumnya wilayah peternakan berada pada wilayah marjinal. Ditengah keterbatasan gerak karena pandemi Covid-19, Balitnak tetap berkarya menghasilkan inovasi untuk kemaslahatan masyarakat.(IS/Prahum)

 
Reakreditasi Laboratorium Balitnak PDF Cetak E-mail
Kamis, 23 April 2020 13:54

Di tengah suasana Covid -19, Balitnak tetap melakukan reakreditasi Laboratorium di assesment melalui Vicom (Remote assesment), yang pembukaanya bertempat di ruang rapat Anatini Balitnak. Kegiatan ini sangat penting karena Laboratorium Balitnak sudah terakreditasi bersertifikasi ISO17025 2017 hasil assessment oleh assessor dari KAN/BSN merupakan jaminan mutu oleh laboratorium dalam melayani pengguna.

Kepala Balai Penelitian Ternak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, S.Pt,.M.P berkenan membuka acara yang juga di hadiri oleh assesor ketua Ibu Herlin Rosdiana dari KAN/BSN, serta assesor anggota: Ibu Herawati dari Akademi Analisi Kimia (AAK) Bogor, juga hadir Bapak Harmoko dari Balai Pengujian Mutu Barang Kementerian Perdagangan, serta hadir pula seluruh jajaran Laboratorium Balitnak. Semoga dengan terus dilakukan reakredistasi laboratorium semankin meningkatkan pelayanan penggunaan laboratorium kepada pengguna bidang peternakan.

 
Distribusi Bibit DOC Ayam KUB dan Sensi saat PSBB PDF Cetak E-mail
Selasa, 14 April 2020 22:34

Ciawi 13/4/20,- Dalam situasi pandemi covid-19 Pemerintah Pusat dan Daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tujuannya untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona di Indonesia. Langkah pemerintah dengan di berlakukannya PSBB, tentu akan banyak berdampak di berbagai sektor dan salah satu nya bidang peternakan dalam distribusi bibit ternak. Balai Penelitian Ternak sebagai lembaga riset peternakan dan penghasil bibit ternak ayam KUB dan Sensi tetap melakukan pendistribusian bibit ternak ayam kampung unggul sebagai upaya mempertahankan ketahanan pangan kebutuhan protein hewani.


Pendistribusian bibit DOC ayam KUB dan Sensi  kegiatan UPBS dan Percepatan Perbibitan Ayam masih tetap berjalan selama di berlakukan Work From Home (WFH) oleh Kementerian Pertanian. Pendistribusian dilakukan dengan pengawasan ketat dan  sesuai SOP, pengiriman berdasarkan daftar surat masuk ke Balitnak. Pendistribusian bibit sesuai penetasan setiap minggunya pada hari Kamis/Jumat  dengan jumlah pendistribusian pada kegiatan percepatan 1500-2000 ekor/ minggu berupa DOC KUB, untuk UPBS sebanyak 500 ekor DOC Sensi. Pada situasi pandemi covid -19 pengiriman terakhir  keluar daerah yaitu ke BPTP NTB  pada tanggal 27 Maret.

Di Bulan April ini, berhubung  hasil analisis AI sebagai persyaratan pengiriman sudah habis masa berlakunya dan harus diperbarui setiap 3 bulan, dan selanjutnya akibat kondisi covid-19 Dinas Kesehatan Hewan sebagai instansi yang mengeluarkan  hasil analisis belum menerima mengeluarkan  sample hasil analisis AI. Disamping itu juga kesulitan penerbangan sehingga semakin tidak  memungkinkan untuk melakukan pengiriman ke luar daerah. Dalam mematuhi penerapan PSBB pusat maupun daerah, maka Pendistribusian bibit ternak bulan April masih dilakukan setiap minggu sesuai jumlah produksi akan tetapi di prioritaskan hanya untuk wilayah Bogor dan sekitar. (IS/Prahum)

 
Siasati Melambungnya Harga Pakan akibat Covid-19, Peneliti Balitnak Lakukan Penelitian Pemanfaatan Enzim dan Bungkil Inti Sawit PDF Cetak E-mail
Sabtu, 11 April 2020 20:58

Wabah covid-19 berpengaruh nyata terhadap keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia, salah satunya adalah harga pakan yang tidak stabil. Sementara itu, di tengah wabah covid-19 ini, peneliti Balitnak tetap berupaya untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan pakan ternak yang dapat membantu peternak.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara Balai Penelitian Ternak dengan PT Tirta Buana Kemindo dalam upaya peningkatan pemanfaatan bahan pakan lokal (bungkil inti sawit) dengan menggunakan enzim, khususnya pada ayam petelur. Pelaksanaan pendampingan dilakukan dengan menguji pengaruh pemberian multi enzim yang ditambahkan pada pakan ayam petelur. Pakan tersebut diformulasikan menggunakan bungkil inti sawit untuk menguji potensi pemanfaatan hasil samping industri sawit yang dimanfaatkan guna mengoptimalkan produksi ternak.

Pengujian dilaksanakan selama 12 minggu (masa produksi) di Kandang Percepatan Ayam Balitnak. Pengujian ini melibatkan 3 peneliti Balitnak dengan bimbingan Prof Arnold P Sinurat. Pengujian dilakukan dengan mengamati performan (konsumsi pakan, produksi telur dan kesehatan) dari ternak yang diberi perlakukan pakan selama proses pengamatan.

Kombinasi penggunaan bungkil inti sawit yang sesuai dengan penambahan multi enzim diharapkan mampu meningkatkan kecernaan pakan sehingga produksi yang optimum dapat tercapai dengan biaya pakan yang lebih murah. Selanjutnya hasil dari pengujian ini diharapkan mampu untuk memberikan rekomendasi pakan terbaik untuk mencapai produksi ternak yang efisien. (ppk)

 
Nutrisi untuk Ayam Dalam Telur PDF Cetak E-mail
Jumat, 10 April 2020 20:35

Pemberian nutrisi sejak ayam masih dalam telur antara lain meningkatkan pertumbuhan tulang.

Selama ini peternak ayam memberikan nutrisi setelah telur menetas. Namun, Rantan Krisnan dan Astu Unadi justru memberikan nutrisi bahkan sebelum telur menetas. “Kemungkinan pertumbuhan ayam lebih optimal pasti lebih tinggi karena dia punya nutrisi duluan,” kata Rantan, periset di Balai Penelitian Peternakan. Sementara  itu  Dr.  Ir.  Astu   Unadi   periset ahli perekayasa utama bidang mesin untuk otomatisasi di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan).

Kedua periset itu berkolaborasi dan menciptakan mesin injeksi nutrisi pada telur unggas. Alat itu diberi nama In Ovo Feeding (IOF) atau alat injeksi nutrien telur tetas otomatis. Mesin itu sekaligus untuk mendukung program pelarangan antibiotik karena membahayakan konsumen. Oleh karena itu, peran antibiotik tidak lagi dibutuhkan karena nutisi ayam tercukupi sejak dini.

Injeksi dengan sensor

Menurut Rantan pemilihan nutrisi yang akan diinjeksi ke telur tidak sembarangan. Tentu telah melalui beberapa tahap pengujian salah satunya adalah tingkat kelarutan dalam larutan fisiologis. “Karena injeksi ditujukan pada amnion atau placenta jadi harus larut supaya bisa bereaksi,” kata mahasiswa program doktor Ilmu Nutrisi Pakan, Institut Pertanian Bogor itu.

Seluruh alat injeksi dilengkapi dengan sensor sehingga kekeliruan akan terminimalisir. Nutrisi yang diinjeksi merupakan kombinasi salah satu asam organik dan mineral esensial. Tujuan penambahan nutrisi meningkatkan efisiensi pakan, peningkatan respons imun, mempercepat penyempurnaan proses pencernaan, menurunkan potensi mortalitas setelah menetas, dan menurunkan potensi penyimpangan pertumbuhan tulang ayam.

Volume nutrisi yang diinjeksi 0,5 ml per butir. Jarum berbahan baja nirkarat menginjeksi nutrisi dengan kedalaman 0,8—0,9 mm dari permukaan telur. Diameter jarum hanya 0,9 mm atau biasa disebut jarum 20 G. Bila diameter jarum terlalu besar khawatir telur rusak atau pecah. “Satu kali proses injeksi atau setara dengan 30 butir telur hanya memakan waktu 20—30 detik. Akan sangat efisien bila bisa dimanfaatkan industri day old chick,” kata Astu.

Menurut doktor alumnus Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Melbourne, Australia, itu alat bekerja secara otomatis. Sumber energi berasal dari arus listrik. Dalam satu jam mesin itu mampu menginjeksi 3.600—5.400 telur. Sangat efisien dibandingkan dengan injeksi nutrisi secara manual. Telur-telur di nampan yang berkapasitas 30 butir harus seragam ukurannya.

Bila ada yang berbeda signifikan, khawatir proses injeksi tidak optimal dan mengakibatkan telur rusak. Telur yang diinjeksi adalah berusia 18 hari sebelum masa inkubasi. Ketika proses injeksi telur akan bergeser secara otomatis. Menurut Astu selama ini 70—80% biaya produksi habis hanya untuk biaya pakan. Padahal, pertumbuhan kurang bagus. Hasilnya para produsen DOC merugi. Astu berharap adanya mesin IOF mendorong pasokan nutrisi pada bibit-bibit ayam atau unggas untuk menghasilkan ayam dewasa yang sehat.

Konsumsi meningkat

Perekayasaan prototipe mesin itu hanya dalam dua bulan. Menurut Astu tidak mudah merakit mesin IOF karena detail-detail sensor yang rumit dan spesifik. Bila diperkirakan, harga mesin IOF tergolong murah tidak mencapai Rp100 juta. Bahan-bahan yang digunakan berupa food grade. Artinya bahan-bahan yang dikhususkan untuk bahan makanan sehingga tidak akan berbahaya bila mengenai bahan konsumsi.

Pria kelahiran 25 Oktober 1956 itu berharap peternak dapat memanfaatkan secara massal. Perkembangannya juga diharapkan tidak berhenti sampai di situ. “Ke depan mesin  harus lebih fleksibel, tidak perlu ada proses penyeragaman ukuran sehingga lebih efisien dan dapat diperuntukkan lebih banyak jenis telur unggas,” kata pria pria kelahiran 25 Oktober 1956 itu. Rekayasa mesin itu sekaligus untuk peningkatan produktivitas unggas khususnya peternakan ayam.


Menurut Badan Pusat  Statistik  (BPS)  pada 2018 konsumsi  daging  ayam  buras atau kampung meningkat 24,9% setara 156 gram dari tahun sebelumnya. Konsumsi ayam ras juga melonjak 11,2%  setara  573  gram.  Itu menunjukkan permintaan daging ayam di Indonesia berpotensi meningkat. Menjawab tantangan itu Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) menciptakan mesin injeksi nutrisi pada unggas. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Sumber: TRUBUS - 605 April 2020/LI

 

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /var/vhosts/balitnak/public/templates/Template_Ver2.1/html/pagination.php on line 135


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com