Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
PPID
Sms center
logo ditjenak
Jitv
Wbs
Logo Statistik
Karantina
Wartazoa
LPSE

Produk Teknologi

Balitnak Mempersiapkan Diri Melakukan Caesaren Section Pada Ternak Sapi PDF Cetak E-mail
Jumat, 18 Mei 2018 12:49

Bogor; Caesarean Section (C-section) secara umum dikenal dengan pertolongan kelahiran anak melalui pembedahan (cesar). Peningkatan ketrampilan C-section pada ternak sapi dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya kesulitan kelahiran (distocia) yang diantaranya disebabkan anak yang dikandungnya  terlalu besar. Untuk mengantisipasi penyelamatan kelahiran ternak sapi apabila terjadi distocia, pada tanggal 16 Mei 2018, Balai Embrio Ternak (BET) dengan instruktur Drh. Asep Rahmat Khaerudin dari UPK KPBS Pangalengan, Jawa Barat, menyelenggarakan praktek C-Section di Balitnak. Peserta praktek adalah dari Balitnak, STPP Bogor dan BPPKH Cinagara, Bogor.  Materi yang disiapkan adalah sapi FH yang menurut pengamatan sudah saatnya akan melahirkan. Ketua Tim C-Section Balitnak, Drh. Tri Wardhani Cahyaningsih, Msi dan asisten, serta  Tim dari BET, dibawah bimbingan Instruktur telah melaksanakan C-Section dengan cukup baik. Anak sapi FH jantan dapat dikeluarkan dengan selamat dengan bobot lahir 41 kg dan  sapi induk dalam kondisi terkontrol. Kepastian keberhasilan C-Section pada sapi induk sekitar 2 minggu pasca oprasi.

Salah satu program Kementerian Pertanian adalah mengembangkan sapi Belgian Blue (sapi BB) baik yang murni melalui transfer embrio (TE) maupun hasil silangan dengan sapi lokal melalui inseminasi buatan (IB). Sapi BB ini merupakan sapi tipe besar yang terkenal dengan sifat perototannya (double muscle). Sapi BB berasal dari Belgia. Hasil TE sapi BB dengan bobot lahir yang besar (49-62 kg), cenderung akan terjadi distocia. Balitnak bersama dengan beberapa UPT-UPT pembibitan ditunjuk sebagai pelaksana pengembangan sapi BB baik melalui TE dan IB. Resipien (induk semang embrio yang ditransfer) dan akseptor (betina yang di IB) sapi di Balitnak adalah sapi FH. Saat ini 6 ekor sapi FH hasil TE di Balitnak dalam kondisi bunting. Praktek C-Section yang dilaksanakan oleh Tim Balitnak perlu praktek-praktek lanjutan, sehingga tim Balitnak akan menjadi terampil dan ahli dalam kelahiran C-Sectioni.(IS/Humas)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com