Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Ciawi – Dalam rangka menambah pengetahuan tentang pengajuan Klirens Etik untuk semua kegiatan penelitian yang dikerjakan di UPT dibawah lingkup Puslitbang Peternakan, serta dengan adanya format baru untuk form Klirens Etik yang dikeluarkan oleh tim Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan (KKHB), Balitnak selenggarakan sosialisasi Klirens Etik, di Auditorium Balitnak, Kamis (15/04/21). Kegiatan ini diikuti oleh para peneliti lingkup Balitnak. Pemaparan terkait Klirens Etik ini akan dilakukan oleh Tim KKHB Balitbangtan, Dr. drh. Sutiastuti Wahyuwardani, M.Si., dan Dr. drh. Susan M. Noor, MVSc. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dan online melalui zoom meeting.

Klirens Etik adalah jaminan bahwa hewan diperlakukan sesuai dengan kesejahteraan hewan. Klirens Etik tersebut diajukan kepada KKHB, dan selanjutnya KKHB akan mengeluarkan nomor register yang menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan telah memenuhi kaidah Animal Welfare Act.

KKBH merupakan Komite yang berfungsi untuk memastikan semua kegiatan penelitian yang melibatkan hewan memenuhi  peraturan dan kebijakan yang mengatur penggunaan hewan dalam penelitian. Kegiatan KKHB meliputi melakukan riviu protokol semua penelitian yang menggunakan hewan coba di semua UPT lingkup Balitbangtan setiap tahun. Lalu, monitoring implementasi etika penggunaan hewan coba dalam kegiatan penelitian dan menyusun Pedoman Penggunaan Hewan Coba. Pengajuan klirens etik harus dilakukan sebelum penelitian dimulai dan akan dievaluasi Tim KKHB. Setiap proposal penelitian akan di riviu oleh dua orang anggota Tim KKHB. Persetujuan pemberian nomor registrasi klirens etik diputuskan melalui pertemuan seluruh anggota Tim.

Proposal yang memenuhi syarat kesrawan akan diberikan nomor registrasi dan proposal yang memerlukan perbaikan diberi saran lalu dikembalikan ke peneliti. Peneliti harus melakukan perbaikan dalam dua minggu dan dikembalikan ke Tim KKHB untuk penomoran. Prosesnya biasanya memakan waktu tiga minggu – satu bulan. Jika ada pengajuan klirens etik dari pihak luar Balitbangtan, maka peneliti harus mengijinkan tim KKHB untuk mengakses ke tempat penelitian, karena tim harus memonitor etika penelitian yang dilakukan. (AKS)

Sumber : https://www.litbang.pertanian.go.id/info-aktual/3789/


Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Jakarta – Balitnak sesuai tupoksinya terus berupaya agar hasil inovasi teknologi penelitian yang dihasilkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Upaya yang dilakukan selain melalui diseminasi dan penyebaran bibit unggul, juga dalam peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat khususnya peternak dalam budidaya maupun pengembangannya. Melalui salah satu program nasional Kementerian Pertanian Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya, Balitnak Kembali selenggarakan Bimtek Budidaya Ternak Kelinci dan Tanaman Pakan Ternak (TPT) di Jakarta, Kamis (08/04/21). Kegiatan dibuka Dr. Bram Brahmantiyo mewakili Kepala Balitnak. Hadir dalam acara Kepala Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Timur, Yuli Absari, Kepala Puskeswan, Penyuluh, Gempur Soesetyo Hadi (Kirana Amarily Kelinci), Harmini.,S.Pt., Subkoodinator Jasa Penelitian dan tim, sedangkan peserta terbagi dalam 2 sesi dengan masing-masing sesi 20 orang peserta.

Yuli Absari mengatakan kelinci merupakan sebuah ternak pengganti ketika ayam kampung tidak boleh dipelihara di lingkungan masyarakat apalagi yang padat seperti di wilayah DKI Jakarta, sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas sejak merebaknya penyakit AI pada tahun 2006. Sejak adanya pandemi COVID-19 di wilayah Jakarta Timur, Urban Farming hampir ada di setiap titik, selain budidaya perikanan. Ketika berbicara ternak denga nada pelarangan ayam kampung tidak mungkin, juga ternak sapi, kambing tidak bisa dilaksanakan disembarang tempat karena memerlukan lahan yang luas, sehingga ternak kelinci bisa menjadi satu-satunya harapan. Namun seperti diketahui, ternak kelinci itu tidaklah mudah, menjadi tantangan bagi para peternak agar bisa sukses. Sudin KPKP memiliki program pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca corona, yang banyak terpuruk pada saat pandemi melalui pengembangan pertanian dan peternakan secara umum. Belajar dengan orang yang sukses harus lebih semangat karena buktinya sudah ada. Diaharapkan melalui kegiatan kali ini menjadi sebuah peluang dan tantangan untuk bisa mengembangkan ternak kelinci menjadi lahan usaha, juga bisa dilaksanakan secara professional, walaupun harus dimulai dari skala kecil. Selain budidaya ternak kelinci, dibutuhkan juga imu tentang pascapanen agar dapat menjadi varian usaha ternak kelinci. Pakan merupakan salah satu yang sangat berperan dalam pembudidayaan ternak, selain penyakit dan manajemen. Lahan yang ada saat ini untuk pakan masih mencukupi juga pangsa pasar juga masih ada, sehingga memiliki peluang untuk berkembang.

Bram Brahmantiyo menyampaikan bahwa peserta harus mengerti dan mengimplementasikan di lapangan agar bermanfaat. Apabila dibutuhkan Balitnak siap membantu tidak hanya untuk komoditas kelinci saja, tetapi komoditas lainnya seperti ayam, itik, kambing, domba, sapi dan tanaman pakan ternak, sehingga hasil inovasi benar-benar dapat dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat umum dan peternak.

Paparan materi Bimtek Budidaya Ternak Kelinci disampaikan Dr. Bram Brahmantiyo, sedangkan Tanaman Pakan Ternak (TPT) oleh Harmini.,S.Pt. selain materi kegiatan juga diisi dengan diskusi. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini sampai akhir. (AKS)


Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Karawang – Setelah sebelumnya laksanakan Bimtek Budidaya Ternak Ayam, Balitnak terus berupaya menambah pengetahuan dan wawasan peternak dalam budidaya ternak. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Ponpes Nurussalam Karawang, Rabu (07/043/21). Hadir di acara hari ini Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang Ir. Handoko, MP., Pimpinan Ponpes Nurussalam H. Ujang Badruddin, M.Pd., sedangkan dari Balitnak Dr. Triana Susanti, Subkoordinator Jasa Penelitian Linda Yunia, SE., dan tim. Peserta adalah peternak itik di sekitar wilayah Karawang.

Ujang Badruddin menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting, karena bisa mendapatkan beragam ilmu dan pengalaman terkait dengan budidaya ternak. Potensi area lapangan di karawang sudah memenuhi syarat, namun kekurangan tenaga-tenaga handal dalam beternak, sehingga bisa menguntungkan dan menjadi solusi ditengah pandemi, serta meningkatkan kualitas produksi peternakan. Beliau berharap setelah kegiatan ini ada tindak lanjutnya berupa program yang bisa bermanfaat bagi para peternak.

Sedangkan Ir. Handoko dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sangat tepat, karena potensi ternak itik ada di wilayah utara Karawang. Dilihat dari banyaknya yang mengajukan SKKH ke Dinas sebagai syarat pengiriman ternak ke luar daerah. SKKKH ini sangat penting karena menjadi tanda bahwa ternak yang dikeluarkan terjamin kualitas dan kesehatannya, sehingga tidak menularkan penyakit terhadap ternak yang sudah ada. Potensi lainya adalah banyaknya produsen telur asin, bahkan sudah dalam skala ekspor ke Singapura, selain dikirim ke luar daerah seperti Pontianak, Lombok dan daerah lainya. Bahan untuk pembuatan telur asin, didapatkan dari para peternak lokal Karawang. Selain itu banyak kuliner yang menawarkan olahan daging bebek di Karawang, artinya peluang usaha bebek ini sangat besar. Dari segi lahan Karawang memiliki potensi 97.353 hektar sawah, yang merupakan potensi sumber pakan murah bagi ternak itik. Masalah peternakan di Karawang adalah pakan, kesehatan dan sanitasi kandang, dan harga. Solusi yang diperlukan diperlukan bahan pakan yang murah dengan menggunakan potensi sumber daya yang ada disini. Selain itu harus dicari solusi agar kandang agar tidak basah dan kurang baunya. Hal lainya adalah bagaimana pengolahan telur dan daging yang baik agar dapat diterima pasar. Dinas memiliki program pelatihan Juleha (Jurus Sembeleh Halal). Hal lainnya saat ini sedang diusahakan para peternak dapat masuk Simluhtan secara bertahap, agar terdaftar di Kementerian Pertanian melalui PPL. Sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan berbagai program dan bantuan.

Dr. Triana Susanti menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu keberhasilan kegiatan ini. “Karawang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan ternak itik,” tuturnya. Dengan luas lahan sawah yang cukup, diharapkan dapat menjadi sumber bahan pakan yang murah, yang menjadi salah satu permasalahan dalam pengembangan itik. Balitnak memiliki bibit unggul itik dan ternak-ternak lainnya hasil inovasi penelitian yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Peserta Bimtek hari ini 40 orang yang dibagi dua sesi, dengan narasumber Dr. Triana Susanti dan Hamdan. Pelatihan seperti ini sangat penting dan berguna bagi para peternak, diharapkan peserta yang hadir dapat menularkan ilmu yang didapat kepada peternak-peternak lainnya. (AKS)


Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Ciawi – Sebagai salah satu rangkaian kegiatan kunjungan ke Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi, Program Pasca Sarjana Universitas Islam Makassar kunjungi Balitnak Ciawi, Selasa (06/04/21). Tamu diterima langsung Kepala Balitnak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak di Ruang Auditorium Balitnak. Paparan tentang pengelolaan bisnis ayam KUB disampaikan Komarudin, S.Pt., M.Sc., yang dilanjutkan dengan diskusi. Mahasiswa Agroteknologi dan Agribisnis yang dalam tahap penyelesaian studi, mempunyai kewajiban untuk melaksanakan fieldtrip, sehingga mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan bidang studi. (AKS/Humas)


Layanan Online

Kalendar Kegiatan

No events

Sosial Media

Visitor

Today174
Yesterday269
This week981
This month4138
Total5476

Visitor Info

  • IP: 3.230.76.48
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Who Is Online

1
Online

15-04-2021
© 2021 Balai Penelitian Ternak. Jl. Veteran III Ciawi Tapos, Ds. Banjarwaru Kec. Ciawi Kab. Bogor - 16720.