Kembangkan Ternak Kelinci, Balitnak Gelar Webinar Kampoeng Kelinci

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Ciawi – Masa pandemic COVID-19 membuat sector ekonomi banyak tertekan. Namun ada hal yang cukup menggembirakan dimana sector pertanian, salah satunya peternakan masih bisa tumbuh positif. Ternak kelinci menjadi salah satu agribisnis yang menggiurkan untuk dikembangkan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.  Salah satu model atau konsep pengembangan ternak kelinci adalah melalui konsep “Kampoeng Kelinci”.

‘Kampoeng Kelinci’, adalah suatu konsep pengembangan ternak kelinci di perdesaan dengan melibatkan kelompok dan berorientasi komersial yang melibatkan pembangunan pusat pembibitan (PP) kelinci dan pengembangan kelinci di kelompok peternak.

Agar konsep tersebut dapat dikenal masyarakat khususnya para peminat ternak kelinci, Balitnak laksanakan diskusi ternak kelinci, “Webinar Kampoeng kelinci” Senin (15/02/2021). Acara dibuka Kepala Balitnak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak. Selanjutnya paparan materi disampaikan oleh Subkoordinator Jasa Penelitian, Linda Yunia, SE dan Narasumber peneliti Balitnak Dr. Bram Brahmantiyo.

“Dimasa pandemic ini masyarakat mencari aktivitas yang baru sebagai sumber pangan yang produksinya bisa cepat. Pergeseran permintaan komoditas dapat dilihat dengan meningkatnya permintaan ternak seperti ayam, itik dan kelinci,” kata Kepala Balitnak. Beliau juga mengatakan bahwa permintaan kelinci sebelumnya banyak untuk kelinci hias, namun kini permintaan akan kelinci pedaging meningkat. Salah satu pola pengembangan pembibitan kelinci adalah dengan membentuk Aglomerasi, artinya ada pengembangan pada satu titik kawasan, agar harga stabil, akses dan pengembangannya bisa berjalan kontinyu. Tetapi disisi lain pengembangan kelinci harus lihat potensi pasar dan bagaimana mengaksesnya.

“Balitnak siap membantu sesuai kemampuan yang dimiliki agar kelinci bisa berkembang,” pungkasnya.

Subkoordinator Jasa Penelitian, Linda Yunia, SE, memaparkan profil Balitnak, seperti facilitas dan sarana prasarana, hasil-hasil inovasi teknologi Balitnak dan prosedur dalam kerjasama.

Dr. Bram Brahmantiyo dalam paparanya menjelaskan tentang konsep Pembibitan Inti Terbuka (Open Nucleus Breeding Scheme). Dimana pembibitan terdiri dari Inti yaitu yang menyediakan bibit (pejantan untuk upgrading; paket pembibitan), pendampingan dan pelatihan peternak pembibit, pengawasan mutu bibit dan penetapan kualitas bibit. Multiplier adalah pusat pembibitan melaksanakan SOP pembibitan, menyediakan bibit tersertifikasi bagi anggota kelompok. Dan pengguna yaitu anggota peternak yang terjamin kualitas ternak produksi.

Sedangkan pelaksanaan kegiatan konsep Kampoeng Kelinci terdiri dari Sosialisasi dan Rintisan Implementasinya, Penetapan lokasi dan peternak (Kerjasama), Pembangunan Pusat Pembibitan, Pelatihan inovasi teknologi, Produksi di tingkat peternak dilakukan oleh peternak kooperator yang menyediakan sarpras, dan Pendampingan dan monitoring. (AKS/Humas)


Layanan Online

Kalendar Kegiatan

No events

Sosial Media

Visitor

Today171
Yesterday269
This week978
This month4135
Total5473

Visitor Info

  • IP: 3.230.76.48
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Who Is Online

2
Online

15-04-2021
© 2021 Balai Penelitian Ternak. Jl. Veteran III Ciawi Tapos, Ds. Banjarwaru Kec. Ciawi Kab. Bogor - 16720.