Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

WhatsApp Image 2021 05 07 at 09.30.13

Bogor - Badan Litbang Kementerian Pertanian melakukan ekspose hasil inovasi penelitian Balai Penelitian Ternak. Kali ini, Balitbangtan menyampaikan hasil penelitian komoditas ternak ayam KUB-2 dan sapi Belgian Blue (BB) Cross.

Ayam KUB-2 adalah galur KUB yang telah memiliki perbaikan performa dari Ayam KUB-1 melalui seleksi genetik yang dilakukan oleh peneliti dari Kementerian Pertanian, Dr. Tike Sartika. Performa yang ingin ditingkatkan antara lain produksi telur, sifat mengeram, dan warna shank (kaki).

Performa yang ditingkatkan dari KUB-1 menjadi KUB-2 adalah Produksi Telur Henday yang semula 50% menjadi 60%, puncak produksi yang meningkat dari 65-70% menjadi 70-75%, produksi pertahun meningkat dari 160 -180 butir per tahun menjadi 180-220 butir per tahun, sifat mengeram yang semula 10% dapat berkurang hingga 5%, umur pertama bertelur yang lebih muda 1 hingga 2 minggu lebih awal, serta warna shank (kaki) yang berwarna kuning untuk pejantan.

Sedangkan Sapi Belgian Blue(BB) Cross adalah sapi persilangan antara Belgian Blue dengan sapi Friesian Holstein (FH). Hasil persilangan antara sapi BB dengan Friesian Holstein (FH) memiliki rata-rata berat potong sebesar 533 kg dengan persentase karkas sebesar 56,70% (Purchas dkk, 1992). Sampai dengan saat ini Sapi BB Cross sudah lahir sebanyak 22 ekor.

WhatsApp Image 2021 05 07 at 09.19.33 1

Penyebaran Inovasi hasil penelitian dan pengkajian merupakan aktivitas komunikasi yang penting, sehingga dapat mendorong terjadinya proses penyebaran dan penerapan teknologi, permasalahan diseminasi inovasi umumnya terkait dengan kesenjangan adopsi teknologi, kesenjangan hasil  dan  kendala  sosial-ekonomi  petani. Kesenjangan  antara  kondisi  ideal  dengan  kondisi  riil  dalam implementasi diseminasi inovasi  merupakan hal  yang menarik untuk  dicermati.

Untuk komoditas ayam,  saat ini Ayam KUB sudah tersebar di 26 provinsi dan system strata melalui BPTP, yang terdiri dari Strata 1 tersebar di 12 BPTP, Strata 2 tersebar di 22 BPTP dan Strata 3  tersebar di 16 BPTP. Selain itu penyebaran massif dilakukan melalui Program BEKERJA tahun 2018 dan 2019. Sedangkan untuk Ayam Sensi sudah tersebar di 20 Provinsi, dan Ayam Gaok tersebar di 5 provinsi.

Selain ayam komoditas ungags di Balitnak juga terdapat ternak itik, terdiri atas itik petelur (Alabi Master-1 dan Mojo Master 1) yang telah tersebar di 7 provinsi, serta itik pedaging (Itik PMp) yang sudah disebar ke 4 provinsi.

Penyebaran komoditas lainnya adalah sebagai berikut :

  • Kelinci tersebar di provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta
  • Domba tersebar di 7 Provinsi ( Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, DKI. Jakarta dan DI Aceh)
  • Kambing perah tersebar di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, DI. Yogyakarta dan Lampung.
  • Feed Additif dan Nano Hormon (Minoxvit, Bio Plus Pedet, Bio Plus Serat, Rater dan Estrunak) tersebar di 8 Provinsi (Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat)
  • Tanaman Pakan Ternak (TPT) telah tersebar di 19 Provinsi.

WhatsApp Image 2021 05 07 at 09.24.22

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kunjungannya ke Balitnak, melakukan pemberian nama Ayam KUB-2 yaitu Janaka serta Sapi BB Cross yaitu Parikesit Kamis (06/05/2021).  Selain itu akan dilaksanakan pula penyerahan secara simbolis Ayam KUB-2 oleh Syahrul Yasin Limpo kepada Airlangga Hartarto.


Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

WhatsApp Image 2021 04 29 at 15.02.00

Ciawi – Menindaklanjuti Webinar Kelinci Potensi Ekspor tanggal 21 April 2021, Kepala Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) kunjungi Balitnak Ciawi, Senin (26/04/21). Rombongan diterima langsung Kepala Balitnak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak di Ruang Rapat Kepala Balitnak. Tim BUTTMKP terdiri atas Ka BUTTMKP (drh. Wawan Sutian, M.Si), Hasbulah (kerjasama BUTTMKP), Umar (Publikasi BUTTMKP) dan Bambang (Karantina SUMSEL).

BUTTMKP telah banyak melaksanakan riset bidang pakan ternak diantaranya berbasis biosensor content ingredient (babi), melalui kerjasama kegiatan diharapkan dapat dihasilkan metoda atau teknologi yang lebih tepat guna dan bermanfaat luas. BUTTMKP juga memiliki sarana dan prasarana riset ternak ayam, domba, anjing, kucing utk riset hewan karantina.

WhatsApp Image 2021 04 29 at 15.02.00 1

KaBalitnak menyampaikan bahwa kecenderungan riset terapan yang berkembang saat ini adalah deteksi antibiotik, kandungan babi pada bahan baku pakan dan produk pakan ternak. Salah satu uji ingredient content dilakukan dengan Uji DNA primer spesifik. Balitnak siap bekerjasama bersama BUTTMKP dalam pengembangan ilmu dan teknologi di bidang Peternakan. (AKS/Humas)


Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Ciawi – Sebagai tindaklanjut audiensi dan kunjungan sebelumnya, Balitnak menjalin kerjasama dengan Kosgoro 1957. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilaksanakan di Ruang Agriculture Operation Room (AOR) Balitnak Ciawi, Bogor, Rabu (21/04/21). Hadir dalam acara tersebut Kepala Balitnak Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak, Subkoordinator Jasa Penelitian Balitnak, Ketua Kosgoro 1957 Dave Akbarshah Fikarno beserta jajaran pengurusnya.

Dave mengatakan sesuai dengan konsep kostur dan arahan Badan Kehormatan Airlangga Sucipto, untuk memperkuat dan membangun kembali koperasi, khususnya koperasi serba usaha, salah satunya pangan yang merupakan salah satu program pemerintah, Kosgoro ingin mengambil peran untuk memperkuat petani dan peternak di seluruh Indonesia. Kerjasama ini sebagai naungan bagi anggota yang bergerak di usaha pangan atau ternak di seluruh Indonesia.

Sedangkan Dr. Andi Baso Lompengeng Ishak menyampaikan melalui kerjasama ini Balitnak sangat terbantu terutama dalam diseminasi dan pembinaan. Ketika mengembangkan suatu tempat diharapkan tidak mulai dari nol, tetapi anggota yang sudah siap dan punya potensi untuk berkembang, sehingga menjadi lokomotif yang menarik gerbong-gerbong disekitarnya. Dengan anggota Kosgoro yang menyebar di seluruh provinsi, harus dipilih provinsi yang paling siap, mendukung dari segi sumberdaya maupun pasar, sehingga bisa berkembang. Setelah penandatanganan Kerjasama, dilaksanakan juga kunjungan ke ruang penetasan untuk melihat langsung proses penetasan ayam. (AKS)

 


Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Ciawi – Dalam rangka menambah pengetahuan tentang pengajuan Klirens Etik untuk semua kegiatan penelitian yang dikerjakan di UPT dibawah lingkup Puslitbang Peternakan, serta dengan adanya format baru untuk form Klirens Etik yang dikeluarkan oleh tim Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan (KKHB), Balitnak selenggarakan sosialisasi Klirens Etik, di Auditorium Balitnak, Kamis (15/04/21). Kegiatan ini diikuti oleh para peneliti lingkup Balitnak. Pemaparan terkait Klirens Etik ini akan dilakukan oleh Tim KKHB Balitbangtan, Dr. drh. Sutiastuti Wahyuwardani, M.Si., dan Dr. drh. Susan M. Noor, MVSc. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dan online melalui zoom meeting.

Klirens Etik adalah jaminan bahwa hewan diperlakukan sesuai dengan kesejahteraan hewan. Klirens Etik tersebut diajukan kepada KKHB, dan selanjutnya KKHB akan mengeluarkan nomor register yang menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan telah memenuhi kaidah Animal Welfare Act.

KKBH merupakan Komite yang berfungsi untuk memastikan semua kegiatan penelitian yang melibatkan hewan memenuhi  peraturan dan kebijakan yang mengatur penggunaan hewan dalam penelitian. Kegiatan KKHB meliputi melakukan riviu protokol semua penelitian yang menggunakan hewan coba di semua UPT lingkup Balitbangtan setiap tahun. Lalu, monitoring implementasi etika penggunaan hewan coba dalam kegiatan penelitian dan menyusun Pedoman Penggunaan Hewan Coba. Pengajuan klirens etik harus dilakukan sebelum penelitian dimulai dan akan dievaluasi Tim KKHB. Setiap proposal penelitian akan di riviu oleh dua orang anggota Tim KKHB. Persetujuan pemberian nomor registrasi klirens etik diputuskan melalui pertemuan seluruh anggota Tim.

Proposal yang memenuhi syarat kesrawan akan diberikan nomor registrasi dan proposal yang memerlukan perbaikan diberi saran lalu dikembalikan ke peneliti. Peneliti harus melakukan perbaikan dalam dua minggu dan dikembalikan ke Tim KKHB untuk penomoran. Prosesnya biasanya memakan waktu tiga minggu – satu bulan. Jika ada pengajuan klirens etik dari pihak luar Balitbangtan, maka peneliti harus mengijinkan tim KKHB untuk mengakses ke tempat penelitian, karena tim harus memonitor etika penelitian yang dilakukan. (AKS)

Sumber : https://www.litbang.pertanian.go.id/info-aktual/3789/


Layanan Online

Kalendar Kegiatan

No events

Sosial Media

Visitor

Today19
Yesterday24
This week68
This month290
Total8139

Visitor Info

  • IP: 10.22.11.10
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Who Is Online

1
Online

12-05-2021
© 2021 Balai Penelitian Ternak. Jl. Veteran III Ciawi Tapos, Ds. Banjarwaru Kec. Ciawi Kab. Bogor - 16720.